HaditsArbain Ke 36 โ Hadits Tentang Tolong Menolong merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Anas Burhanuddin, M.A. dalam pembahasan Al-Arbaโin An-Nawawiyah (ุงูุฃุฑุจุนูู ุงูููููุฉ) atau kitab Hadits Arbain Nawawi Karya Imam Nawawi Rahimahullahu Taโala. Kajian ini disampaikan pada Selasa, 20 Rabiul Awal 1443 H / 26 Oktober 2021 M.
Haditske-10 | Larangan Memandang Rendah Suatu Kebaikan. Ustadz Firanda Andirja, MA ุญูุธู ููู ุชุนุงูู. Kitฤbul Jฤmiโ | Bulughul Maram. AlHฤfizh Ibnu Hajar ๏บญ๏บฃ๏ปค๏ปช ๏บ๏ป๏ป ๏ปช. ~~~~~~~. ุนููู ุฃูุจููู ุฐูุฑูู ุฑุถู ุงููู ุนูู ููุงูู: ููุงูู ุฑูุณููููู ุงูููููู ุตูู ุงููู ุนููู ู
ImamNawawi benar-benar memilih hadits yang menjadi fondasi dari agama Islam dalam menyusun kitab Arba'innya. Di antarake-42 hadits tersebut yang paling inti adalah, Hadits pertama : Hadits Niat, bahwa Amalan tergantung niatnya; Hadits ke-2: Hadits Jibril yang memuat Rukun Islam, Rukun Iman dan Rukun Ihsan; Hadits ke-6: Tentang Halal, Haram
Vay Tiแปn Nhanh. ุนููู ุฃูุจู ููุฑููุฑูุฉ ุฑูุถููู ุงูููู ุนููููู ุนููู ุงููููุจูููู ๏ทบ ููุงูู ู
ููู ูููููุณู ุนููู ู
ูุคู
ูู ููุฑุจูุฉู ู
ูู ููุฑูุจู ุงูุฏูููููุง ูููููุณู ุงูููู ุนูููู ููุฑุจูุฉู ู
ููู ูุฑูุจู ูููู
ุงูููุงู
ูุฉูุ ููู
ููู ููุณููุฑู ุนูู ู
ูุนูุณูุฑู ููุณููุฑู ุงููู ุนูููููู ูู ุงูุฏูููููุง ูุงูุขุฎูุฑูุฉุ ููู
ููู ุณูุชูุฑู ู
ูุณููู
ูุงู ุณูุชูุฑููู ุงููู ูู ุงูุฏูููููุง ููุงูุขุฎูุฑูุฉุ ููุงูููู ูู ุนูููู ุงูุนูุจุฏู ู
ูุง ููุงูู ุงูุนูุจุฏู ูู ุนูููู ุฃุฎูููุ ููู
ููู ุณููููู ุทูุฑูููุงู ูููุชูู
ูุณู ูููู ุนููู
ูุงู ุณูููููู ุงูููู ููู ุจููู ุทูุฑูููุงู ุฅูููู ุงูุฌููููุฉูุ ููู
ูุง ุงุฌุชูู
ูุนู ูููู
ู ูู ุจููุชู ู
ููู ุจููุชู ุงูููู ููุชูููู ููุชุงุจู ุงูููู ูููุชูุฏุงุฑูุณููููู ุจููููููู
ุฅููุง ููุฒูููุช ุนููููููู
ุงูุณููููููุฉ ููุบูุดููุชูู
ุงูุฑููุญู
ูุฉ ูุญูููุชููู
ู ุงูู
ููุงุฆููุฉ ููุฐูููุฑููู
ุงูููู ููู
ูู ุนููุฏูููุููู
ููู ุจูุทููุฃ ุจููู ุนูู
ููููู ููู
ู ููุณูุฑูุนู ุจูู ููุณูุจููู ุฑูุงู ู
ุณูู
ุจูุฐุง ุงูููุธ Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah bersabda, โBarang siapa yang menghilangkan sebuah kesulitan duniawi seorang mukmin, niscaya Allah akan menghilangkan darinya sebuah kesulitan pada hari kiamat. Barang siapa yang meringankan orang yang kesusahan, niscaya Allah akan meringankan baginya kesusahannya di dunia dan akhirat. Barang siapa yang menutupi aib seorang muslim, niscaya Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat. Allah akan senantiasa menolong hamba-Nya, selama hamba tersebut menolong saudaranya. Barang siapa yang menempuh satu jalan untuk mencari ilmu, niscaya Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga. Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah dari rumahโrumah Allah masjid, membaca kitabullah, saling belajar di antara mereka, melainkan akan turun kepada mereka ketenangan, rahmat meliputi mereka, para malaikat mengerumuni mereka, serta Allah akan menyebutโnyebut mereka di hadapan makhluk yang berada di sisi-Nya. Barang siapa yang lambat dalam beramal, garis nasabnya tidak akan bisa membantunya.โ HR. Muslim dengan lafaz ini.[1] Imam al-Nawawi berkata, โHadis ini adalah hadis yang agung, mengumpulkan beraneka macam ilmu, prinsip, dan adab.โ[2] Hadis ini berisi keutamaan menunaikan hajat kebutuhan saudara seiman, mendatangkan manfaat bagi mereka, dan memberikan maslahat kepada mereka. Al-Hasan al-Baแนฃri bekata, ุฃู
ุง ุชูุนูููู
ู ุฃููู ู
ูุดููููู ููู ุญุงุฌูุฉู ุฃุฎูููู ุงูู
ูุณูููู
ู ุฎูููุฑู ูููู ู
ูู ุญูุฌููุฉู ุจุนุฏ ุญุฌุฉ โTidakkah kamu tahu bahwa perjalananmu dalam rangka menunaikan kebutuhan saudara muslimmu lebih baik bagimu dari pada haji berturut-turut.โ[3] Hadis ini juga berisi keutamaan menutupi aib seorang muslim. Aib yang dimaksud bisa bermakna aib pada fisik atau perilaku yang tidak ingin diketahui oleh orang lain. Jika terdapat aib tersebut pada diri saudara seiman hendaknya ditutupi dan tidak dibeberkan kepada orang lain. Bisa juga bermakna maksiat yang dikerjakan seorang muslim. Jika diketahui adanya maksiat yang dikerjakan oleh seorang muslim, hendaknya ditutupi dan tidak disebarkan selama pelakunya bukan pelaku maksiat yang melakukan kemaksiatan terang-terangan mujฤhir. Pelaku kemaksiatan seperti ini hendaknya tetap diberi nasihat sebagai bentuk penunaian kewajiban kepada muslim lainnya. Perlu ditekankan bahwa terdapat perbedaan yang sangat jauh antara menasihati dan membeberkan aib orang lain, namun perbedaan ini terkadang terlihat sangat tipis jika sudah dibayangi dengan hawa nafsu. Betapa banyak orang yang dibeberkan aibnya di hadapan khalayak sedang orang yang melakukannya mengklaim bahwa ia sedang memberikan nasihat kepada saudaranya tersebut. Imam al-Syฤfiโi berkata, ู
ู ูุนุธ ุฃุฎุงู ุณุฑููุงุ ููุฏ ูุตุญู ูุฒุงููุ ูู
ู ูุนุธู ุนูุงููุฉุ ููุฏ ูุถุญู ูุดุงูู โSiapa yang menasihati saudaranya bersendirian, maka ia telah menasihati dan memperbaikinya. Siapa yang menasihati saudaranya terang-terangan, maka ia telah membeberkan aib dan merusak saudaranya.โ[4] Hadis ini juga berisi keutamaan memberikan tenggang waktu tambahan bagi orang yang kesulitan membayar hutangnya. Rasulullah bersabda, ู
ููู ุณูุฑูููู ุฃููู ููููุฌููููู ุงูููููู ู
ููู ููุฑูุจู ููููู
ู ุงููููููุงู
ูุฉู ูููููููููููุณู ุนููู ู
ูุนูุณูุฑู ุฃููู ููุถูุนู ุนููููู โSiapa yang ingin diselamatkan oleh Allah dari kesusahan hari kiamat, maka hendaklah ia memberi tangguh kepada orang yang kesulitan membayar utang atau membebaskan utangnya.โ[5] Hadis ini juga menjelaskan keutamaan menuntut ilmu syarโi. Keutamaan ini akan diperoleh jika niat yang terpatri di dalam hati benar karena Allah semata. Saking agungnya perkara niat ini, amalan yang hebat ini bisa berubah 180ยฐ menjadi sebab nelangsa di akhirat. Rasulullah bersabda, ุฅูููู ุฃูููููู ุงููููุงุณู ููููุถูู ููููู
ู ุงููููููุงู
ูุฉูโฆ ููุฑูุฌููู ุชูุนููููู
ู ุงููุนูููู
ู ููุนููููู
ููู ููููุฑูุฃู ุงููููุฑูุขูู ููุฃูุชููู ุจููู ููุนูุฑูููููู ููุนูู
ููู ููุนูุฑูููููุง ููุงูู ููู
ูุง ุนูู
ูููุชู ูููููุง ููุงูู ุชูุนููููู
ูุชู ุงููุนูููู
ู ููุนููููู
ูุชููู ููููุฑูุฃูุชู ููููู ุงููููุฑูุขูู ููุงูู ููุฐูุจูุชู ููููููููููู ุชูุนููููู
ูุชู ุงููุนูููู
ู ููููููุงูู ุนูุงููู
ู ููููุฑูุฃูุชู ุงููููุฑูุขูู ููููููุงูู ูููู ููุงุฑูุฆู ููููุฏู ููููู ุซูู
ูู ุฃูู
ูุฑู ุจููู ููุณูุญูุจู ุนูููู ููุฌููููู ุญูุชููู ุฃููููููู ููู ุงููููุงุฑู โSesungguhnya manusia yang pertama kali dihisab pada hari kiamat ialah โฆ seseorang yang belajar al-Qurโan dan mengajarkannya, lalu diperlihatkan kepadanya kenikmatan sehingga ia mengetahuinya dengan jelas. Allah bertanya, Apa yang telah kamu perbuat? Dia menjawab, Saya telah belajar ilmu dan mengajarkannya, saya juga membaca al-Qurโan demi Engkau.โ Allah berfirman, Kamu dusta, akan tetapi kamu belajar ilmu dan mengajarkannya serta membaca al-Qurโan agar dikatakan seorang yang mahir dalam membaca, dan kamu telah dikatakan seperti itu. Kemudian diperintahkan kepadanya supaya dia dicampakkan dan dilemparkan ke dalam neraka.โ[6] Dengan menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu, seorang penuntut ilmu mendapatkan kemudahan untuk meraih jalan surga. Namun, jalan apa yang dimaksud? Jalan yang dimaksud bersifat fisik seperti melakukan perjalanan untuk mendapatkan ilmu, jauh maupun dekat, dengan berbagai macam sarana yang ada. Jalan yang dimaksud juga bersifat maknawi seperti membaca, menghafal, merangkum, berdiskusi, bertanya, menyimak, melakukan repetisi, dan sebagainya. Hadis ini juga kembali menekankan pentingnya memperhatikan kualitas dan kuantitas amal, serta menyegerakan kebaikan, amal, dan tobat. Hadis ini juga mengajarkan agar tidak tertipu dengan nasab. Bukankah Abu Jahal dan Abu Thฤlib termasuk orang yang memiliki nasab mulia? Demikian juga halnya anak Nabi Nuh. Nasab mulia itu tidak menjamin kebahagiaan seseorang di akhirat kelak. Footnote [1] HR. Mulsim 2699, Abu Dawud 4946, Tirmizi 1425, dan Ibnu Majah 225. [2] Syarแธฅ แนขaแธฅฤซแธฅ Muslim 7/188 [3] Iแนฃtinฤโ al-Maโrลซf karya Ibnu Abฤซ As-Dunyฤ 1/129 [4] Lihat Iแธฅyฤ` Ulลซm Ad-Dฤซn 2/182. [5] HR. Muslim 2923 [6] HR. Muslim 1905.
36. SESAMA MUSLIM WAJIB SALING BANTU ุนู ุงุจู ูุฑูุฑุฉ โ ุฑุถู ุงููู ุนูู ูุงู- ุนู ุงููุจู ุตูู ุงููู ุนููู ู ุณูู
ูุงู โ ู
ู ููุณ ุนู ู
ุคู
ู ูุฑุจุฉ ู
ู ูุฑุจ ุงูุฏููุง ููุณ ุงููู ุนูู ูุฑุจุฉ ู
ู ู
ุฑุจ ููู
ุงูููุงู
ุฉ ุ ูู
ู ูุณุฑ ุนูู ู
ุนุณุฑ ูุณุฑ ุงููู ุนููู ูู ุงูุฏููุง ู ุงูุขุฎุฑุฉ ุ ูู
ู ุณุชุฑ ู
ุณูู
ุง ุณุชุฑู ุงููู ูู ุงูุฏููุง ู ุงูุขุฎุฑุฉ ุ ู ุงููู ูู ุนูู ุงูุนุจุฏ ู
ุง ูุงู ุงูุนุจุฏ ูู ุนูู ุฃุฎูู . ู ู
ู ุณูุท ุทุฑููุง ููุชู
ุณ ููู ุนูู
ุง ุณูู ุงููู ุจู ุทุฑููุง ุงูู ุงูุฌูุฉ ุ ูู
ุง ุงุฌุชู
ุน ููู
ูู ุจูุช ู
ู ุจููุช ุงููู ูุชููู ูุชุงุจ ุงููู ู ูุชุฏุงุฑุณููู ุจูููู
ุฅูุง ูุฒูุช ุนูููู
ุงูุณูููุฉ ู ุบุดูุชูู
ุงูุฑุญู
ุฉ ู ุญูุชูู
ุงูู
ูุงุฆูุฉ ู ุฐูุฑูู
ุงููู ูู ู
ู ุนูุฏู ุ ู ู
ู ุจุทุฃ ุจู ุนู
ูู ูู
ูุณุฑุน ุจู ูุณุจู โ ุฑูุงู ู
ุณูู
ุจูุฐุง ุงูููุธ Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dari Nabi Shallallahu alaihi wa Sallam, beliau bersabda โBarang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Barang siapa yang menutup aib seorang muslim, pasti Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba-Nya itu suka menolong saudaranya. Barang siapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, pasti Allah memudahkan baginya jalan ke surga. Apabila berkumpul suatu kaum di salah satu masjid untuk membaca Al Qurโan secara bergantian dan mempelajarinya, niscaya mereka akan diliputi sakinah ketenangan, diliputi rahmat, dan dinaungi malaikat, dan Allah menyebut nama-nama mereka di hadapan makhluk-makhluk lain di sisi-Nya. Barangsiapa yang lambat amalannya, maka tidak akan dipercepat kenaikan derajatnyaโ. Lafazh riwayat Muslim [Muslim no. 2699] Hadits ini amat berharga, mencakup berbagai ilmu, prinsip-prinsip agama, dan akhlaq. Hadits ini memuat keutamaan memenuhi kebutuhan-kebutuhan orang mukmin, memberi manfaat kepada mereka dengan fasilitas imu, harta, bimbingan atau petunjuk yang baik, atau nasihat dan sebagainya. Kalimat โbarang siapa yang menutup aib seorang muslimโ , maksudnya menutupi kesalahan orang-orang yang baik, bukan orang-orang yang sudah dikenal suka berbuat kerusakan. Hal ini berlaku dalam menutup perbuatan dosa yang terjadi. Adapun bila diketahui seseorang berbuat maksiat, tetapi dia meragukan kemaksiatannya, maka hendaklah ia segera dicegah dan dihalangi. Jika tidak mampu mencegahnya, hendaklah diadukan kepada penguasa, sekiranya langkah ini tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar. Adapun orang yang sudah tahu bahwa hal itu maksiat tetapi tetap melanggarnya, hal itu tidak perlu ditutupi, Karena menutup kesalahannya dapat mendorong dia melakukan kerusakan dan tindakan menyakiti orang lain serta melanggar hal-hal yang haram dan menarik orang lain untuk berbuat serupa. Dalam hal semacam in dianjurkan untuk mengadukannya kepada penguasa, jika yang bersangkutan tidak khawatir terjadi bahaya. Begitu pula halnya dengan tindakan mencela rawi hadits, para saksi, pemungut zakat, pengurus waqaf, pengurus anak yatim, dan sebagainya, wajib dilakukan jika diperlukan. Tidaklah dibenarkan menutupi cacat mereka jika terbukti mereka tercela kejujurannya. Perbuatan semacam itu bukanlah termasuk menggunjing yang diharamkan, tetapi termasuk nasihat yang diwajibkan. Kalimat โAllah senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba-Nya itu suka menolong saudaranyaโ. Kalimat umum ini maksudnya ialah bahwa seseorang apabila punya keinginan kuat untuk menolong saudaranya, maka sepatutnya harus dikerjakan, baik dalam bentuk kata-kata ataupunpembelaan atas kebenaran, didasari rasa iman kepada Allah ketika melaksanakannya. Dalam sebuah hadits disebutkan tentang keutamaan memberikan kemudahan kepada orang yang berada dalam kesulitan dan keutamaan seseorang yang menuntut ilmu. Hal itu menyatakan keutamaan orang yang menyibukkan diri menuntut ilmu. Adapun ilmu yang dimaksud disini adalah ilmu syarโi dengan syarat niatnya adalah mencari keridhaan Allah, sekalipun syarat ini juga berlaku dalam setiap perbuatan ibadah. Kalimat โApabila berkumpul suatu kaum disalah satu masjid untuk membaca Al-Qurโan secara bergantian dan mempelajarinyaโ menunjukkan keutamaan berkumpul untuk membaca Al-Qurโan bersama-sama di Masjid. Kata-kata โsakinahโ dalam hadits, ada yang berpendapat maksudnya adalah rahmat, akan tetapi pendapat ini lemah karena kata rahmat juga disebutkan dalam hadits ini. Pada kalimat โApabila berkumpul suatu kaumโ kata โkaumโ disebutkan dalam bentuk nakiroh, maksudnya kaum apasaja yang berkumpul untuk melakukan hal seperti itu, akan mendapatkan keutamaan. Nabi Shallallahu alaihi wa Sallam tidak mensyaratkan kaum tertentu misalnya ulama, golongan zuhud atau orang-orang yeng berkedudukan terpandang. Makna kalimat โMalaikat menaungi merekaโ maksudnya mengelilingi dan mengitari sekelilingnya, seolah-olah para malaikat dekat dengan mereka sehingga menaungi mereka, tidak ada satu celah pun yang dapat disusupi setan. Kalimat โdiliputi rahmat โ maksudnya dipayungi rahmat dari segala segi. Syaikh Syihabuddin bin Faraj berkata โmenurut pendapatku diliputi rahmat itu maksudnya ialah dosa-dosa yang telah lalu diampuni, Insya Allahโ Kalimat โAllah menyebut nama-nama mereka di hadapan makhluk-makhluk lain disisi-Nyaโ mengisyaratkan bahwa, Allah menyebutkan nama-nama mereka dilingkungan para Nabi dan para Malaikat yang utama. Wallaahu aโlam. Navigasi tulisan Syarah Hadits Arbain Doa Biografi Sahabat Tutorial Komputer
Balasan itu Sejenis dengan Amalan ุนููู ุฃูุจููู ููุฑูููุฑูุฉู ุฑุถู ุงููู ุนูู ูุงู, ูุงู ุฑุณูู ุงููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
ููุงูู ู
ููู ูููููุณู ุนููู ู
ูุคูู
ููู ููุฑูุจูุฉู ู
ููู ููุฑูุจู ุงูุฏูููููุง ูููููุณู ุงูููู ุนููููู ููุฑูุจูุฉู ู
ููู ููุฑูุจู ููููู
ู ุงููููููุงู
ูุฉูุ ููู
ููู ููุณููุฑู ุนูููู ู
ูุนูุณููุฑู ููุณููุฑู ุงูููู ุนููููููู ูููู ุงูุฏููููููุง ููุงูุขูุฎูุฑูุฉูุ ููู
ููู ุณูุชูุฑู ู
ูุณูููู
ูุงู ุณูุชูุฑููู ุงูููู ูููู ุงูุฏููููููุง ููุงูุขุฎูุฑูุฉูุ ููุงูููู ูููู ุนููููู ุงููุนูุจูุฏู ู
ูุง ููุงูู ุงููุนูุจูุฏู ููู ุนููููู ุฃูุฎูููููุ ููู
ููู ุณููููู ุทูุฑูููุงู ููููุชูู
ูุณู ูููููู ุนูููู
ุงู ุณูููููู ุงูููู ูููู ุจููู ุทูุฑููููุงู ุฅูููู ุงููุฌููููุฉูุ ููู
ูุง ุงุฌูุชูู
ูุนู ููููู
ู ููู ุจูููุชู ู
ููู ุจูููููุชู ุงูููู ููุชููููููู ููุชูุงุจู ุงูููู ูููุชูุฏูุงุฑูุณููููููู ุจูููููููู
ู ุฅููุงูู ููุฒูููุชู ุนูููููููู
ู ุงูุณููููููููุฉู ููุบูุดูููุชูููู
ู ุงูุฑููุญูู
ูุฉู ูุญููููุชูููู
ู ุงููู
ููุงูุฆูููุฉู ููุฐูููุฑูููู
ู ุงูููู ููููู
ููู ุนูููุฏูููุ ููู
ููู ุจูุทููุฃู ุจููู ุนูู
ููููู ููู
ู ููุณูุฑูุนู ุจูู ููุณูุจููู .ุฑูููุงูู ู
ูุณูููู
ู ุจูููุฐูุง ุงููููููุธู. Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu dia berkata Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda โBarangsiapa yang menghilangkan satu kesulitan seorang mukmin yang lain dari kesulitannya di dunia, niscaya Allah akan menghilangkan darinya satu kesulitan pada hari kdiamat. Barangsiapa yang meringankan orang yang kesusahan dalam hutangnya, niscaya Allah akan meringankan baginya urusannya di dunia dan akhirat. Barangsiapa yang menutupi aib seorang muslim, niscaya Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat. Dan Allah akan senantiasa menolong hamba-Nya, selama hamba tersebut mau menolong saudaranya. Barangsiapa yang menempuh satu jalan untuk mencari ilmu, niscaya Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga. Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah dari rumahโrumah Allah masjid, membaca kitabullah, saling mengajarkan di antara mereka, melainkan akan turun kepada mereka ketenangan, diliputi oleh rahmat dan dinaungi oleh para malaikat serta Allah akan menyebutโnyebut mereka di hadapan makhluk yang berada di sisiNya. Barangsiapa yang lambat dalam beramal, sungguh garis nasabnya tidak akan bisa membantunya.โ HR. muslim dengan lafazh ini. ููููุณ Meringankan atau menghilangkan ูุฑุจุฉ ูุฑุจ Cobaan berat ู
ุนุณุฑ Orang yang kesulitanูุณุฑ Memudahkan ุนูู Pertolonganุณูู Memudahkanูุชุฏุงุฑุณููู Mereka saling mempelajari-nyaุณูุชุฑ Menutupiุณูู Menempuhุงุฌุชู
ุน Berkumpulุงูุณูููุฉ Ketenangan ุบุดูุชูู
Liputi, curahkan kepada merekaุญูุชูู
mengelilingimerekaูุณุฑุน Segera ุจุทุฃ Lambat Menumbuhkan kepekaan sosial 107 1-7, 70 24Menjaga nama baik seseorang 49 11Menumbuhkan tradisi ilmiah 96 1, 170 terhadap Al Quran 73 4, 47 24, 3336 Pelajaran Siapa yang membantu seorang muslim dalam menyelesaikan kesulitannya, maka akan dia dapatkan pada hari kiamat sebagai tabungannya yang akan memudahkan kesulitannya di hari yang sangat sulit pembalasan disisi Allah taโala sesuai dengan jenis baik kepada makhluk merupakan cara untuk mendapatkan kecintaan Allah Taโ niat dalam rangka mencari ilmu dan ikhlas di dalamnya agar tidak menggugurkan pahala sehingga amalnya dan kesungguhannya pertolongan kepada Allah taโala dan kemudahan dari-Nya, karena ketaatan tidak akan terlaksana kecuali karena kemudahan dan kasih membaca Al Quran, memahaminya dan duduk di rumah Allah untuk mengkaji ilmu. ceramah Hadits Arbain Ke 36 โ โHadits Tentang Tolong Menolongโ Al Arbain An Nawawiyah oleh Ustadz Anas Burhanudin di radio rodja
hadits arbain ke 36